Tampilkan postingan dengan label Seksualitas. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Maret 2010

Waspada! Oral Seks Berisiko Herpes

INFEKSI menular seksual (IMS) ternyata didapatkan dari perilaku oral seks. HIV, herpes, syphilis, HPV, dan virus hepatitis dapat ditularkan melalui oral seks.


"Oral seks bukan merupakan perilaku seks yang aman," kata Terri Warren, RN, Pemilik dari Hestover Heights Clinic di Portland, Ore, yang dikutip okezone dari Web MD, Minggu (21/3/2010).


Warren yang juga seorang petugas klinik yang menangani penyakit menular seksual memaparkan bahwa oral seks merupakan seks aman, namun bukan berarti perilaku seks yang aman.


Risiko dari perilaku oral seks bergantung pada berbagai hal, yakni berapa banyak pasangan seksual yang Anda miliki, jenis kelamin Anda, dan apa tindakan oral seks tertentu yang Anda lakukan.


Menggunakan penghalang berupa 'alat pelindung' dapat mengurangi risiko infeksi penyakit menular seksual. Alat pelindung tersebut bisa berupa kondom yang digunaan di penis, plastik atau lateks "gigi bendungan" ditempatkan pada vulva atau anus. Akan tetapi, kebanyakan orang tidak menggunakan perlindungan ketika melakukan oral seks.


Pada tahun 2004, American Social Health Association melakukan jajak pendapat pada 1.155 orang dewasa mengenai IMS dan perilaku seksual. Hasilnya, sebanyak 91 persen pasangan tidak pernah menggunakan perlindungan saat beroral seks.

"Hal ini mungkin terjadi karena tidak banyak orang tahu bahwa infeksi ini dapat ditularkan secara lisan. Atau jika mereka melakukannya, mereka melihat resiko kesehatan yang sangat serius," kata Warren.


Risiko tertular IMS dari hubungan oral seks biasanya jauh lebih rendah daripada risiko yang ditimbulkan oleh vaginal atau seks anal tanpa alat pelindung. Saran dari Warren tentang penggunaan perlindungan penghalang untuk oral seks bergantung pada siapa dia sedang berhadapan.


"Biasanya melakukan oral seks pada pasangan pria tanpa kondom lebih berisiko terpapar IMS, dibandingkan dengan bentuk-bentuk oral seks lain", jelasnya.


Sebagai contoh, Warren menyoroti pentingnya penggunaan kondom bagi pria yang melakukan oral seks dengan beberapa pasangan pria.


"Jika seorang pria memberikan oral seks kepada seorang wanita, saya anggap bahwa risiko terpapar IMS rendah. Tetapi jika pasangan wanitanya memiliki herpes, ini merupakan diskusi yang sama sekali menjadi berbeda," pungkas Warren.

Jumat, 19 Maret 2010

Seks, Sarapan Pagi Paling Oke


SARAPAN seks di pagi hari? Mungkin selama ini Anda tak biasa membayangkannya, terlebih di hari-hari kerja. Sebagian besar pasangan berhubungan seks di sore hari atau di malam hari. Padahal, seks pagi hari punya kenikmatan yang sangat berbeda.

Seks malam hari banyak dilakukan orang karena percaya bahwa setelah tepat matahari terbenam adalah waktu yang tepat untuk bermesraan. Terlebih lagi banyak orang beranggapan, gairah seks akan muncul.

Tak ada salahnya mencoba melakukan hubungan seks di pagi hari. Hubungan seks tak mengenal waktu, juga tempat, tentunya dengan batasan norma. Selain sebagai alternatif dari keadaan-keadaan yang kurang menguntungkan, hubungan seks di pagi hari ternyata menyimpan kehebatan tersendiri.

Hubungan seks pada pagi hari tidak hanya berfungsi sebagai penghilang stres. Hal yang lebih menguntungkan, Anda merasa dicintai sehari penuh, diperhatikan, dan juga dipenuhi kebutuhan psikologisnya. Meski demikian, hubungan seks pagi hari sering dikeluhkan karena beberapa sebab. Misalnya terburu-buru karena mengejar jam kantor atau mungkin masih merasa mengantuk. Tapi bukan berarti hubungan seks pagi hari tak menyenangkan.

Berikut ini ada empat rahasia kehebatan hubungan seks pagi hari, yaitu:

Mimpi erotis menjadi kenyataan

Jika Anda pernah bermimpi erotis dan pikiran Anda sulit melupakannya, maka inilah cara yang tepat untuk Anda mengalami mimpi yang erotis, yang bisa menimbulkan gairah baru dalam berhubungan seks. Tidak harus selalu sama dengan kejadian yang Anda alami sewaktu mimpi, tetapi Anda bisa bereksplorasi sesuai kata hati.

Anda lebih bergairah

Penelitian membuktikan bahwa tingkat hormon testoteron lelaki lebih tinggi di saat pagi hari. Lelaki yang biasanya terbangun setelah tidur, yang berarti bisa berhubungan seks secara lebih mudah, bahkan tanpa harus melakukan pemanasan yang begitu lama. Secara psikolgis, Anda juga makin percaya diri ketika pasangannya siap menerima.

Perempuan lebih mudah mencapai orgasme

Bangun tidur adalah keadaan paling rileks, keadaan yang paling menguntungkan bagi pasangan suami-istri untuk mencapai orgasme, khususnya perempuan, karena dalam hal ini sangat mutlak. Bangun pagi seperti membuka lembaran hidup baru, ketika tekanan hidup belum menghimpit. Sedangkan malam hari, konsentrasi pikiran Anda seperti mengulang lagi kejadian sebelumnya.

Anda bisa menjadikan sebagai perangsang

Hubungan seks pagi hari akan memberi warna seluruh sisa hari yang Anda jalani. Setelah melakukan hubungan seks di pagi hari, mungkin Anda terkenang pada waktu setelahnya. Anda mungkin akan menelepon pasangan Anda untuk saling berbagi pengalaman Anda tentang kejadian tadi pagi yang menyenangkan. Di saat inilah hubungan sebagai pasangan suami-istri makin terjalin erat. Bagaimana dengan Anda?